ShinDian

journey to the north

"selamat tinggal sahabatku,ikhlaskanlah diriku….." lirik lagu itu terlontar dari mereka mengiringi langkahku menuju tempat check in. Mereka adalah teman-teman seperjuangan (begitu aku menyebutkan), satu angkatan(meski ada beberapa yang beda angkatan) ,satu amanah, pernah di satu acara kepelatihan dan satu tempat menimba ilmu dan berproses inshaa Allah proses menuju kebaikan. :)

Sebenarnya aku telah menantikan hari ini agak lama, hari keberangkatanku meninggalkan tanah air tercinta. Ada 25 orang lebih yang mengantarku, mereka terdiri dari keluargaku dan teman-teman “seperjuanganku”Sungguh, pada awalnya tak ada rasa sedih sedikitpun, bahkan ketika di bandara aku masih riang gembira, saat keluarga ada yg menangisi kepergianku aku masih sanggup tersenyum dan menghiburnya. Dan aku meyakinkan diriku bahwa aku ga akan pulang sebelum lulus. Begitu optimisnya aku kala itu.

ini adalah pertama kalinya aku naik pesawat, agak ngeri sedikit karena takutnya mabuk udara :D. Selesai check in, aku dan temanku yang juga berangkat bersama menuju waiting room, kala itu ayah,ibu, pandaku dan adek-adekku menemani sampai atas lantai 3 bandara adi soemarmo. Setelah panggilan untuk masuk ruang waiting room diumumkan,aku pun masuk meninggalkan keluargaku. Saat itulah baru terasa seperti ada luka dihatiku, sesek rasanya, tiba-tiba bayangan-bayangan kebersamaanku bersama keluarga, sahabat-sahabatku dan teman-temanku menghantuiku, tapi aku kuatkan diriku untuk tidak menangis waktu itu. Akhirnya pintu gate untuk naik ke pesawat dibuka, aku dantemanku segera masuk mencari tempat duduk sesuai boarding pass kami. Dan tak lama setelahnya pesawat yang kami tumpangi take off menuju kuala lumpur, dan di saat itulah, mataku seakan-akan sebuah kran air yang tiba-tiba terbuka, air mataku tak bisa tertahankan lagi.

Sekitar 2 jam-an setelah kami berada di awang-awang, Alhamdulillah akhirnya pesawat landing di bandara LCCT kuala lumpur. Disana kami bertemu dengan seorang tante teman dari bunya teman (agak ruwet ya), disana kami ditraktir makan, karena saya masih puasa,akhirnya saya memilih menunggu di luar. Karena saat itu pertama kalinya saya naik pesawat dan transit, jadi belum ada pengalaman tentang masalah waktu, tentang hal tersebut saya percayakan sepenuhnya pada teman saya yang pernah ke china juga kala itu, tetapi ternyata ada sedikit masalah…. (to be continue….)

"Setiap kepingan episode perjalananku, selalu ada hal-hal yang membuatku teringat padamu. Entah lagu yang aku dengar, entah orang yang aku lihat di sekitar, entah ucapan yang terucap, entah sinar mentari ataupun gelapnya malam, semuanya selalu mengingatkanku padamu. Dan semuanya pun menyadarkanku, bahwa engkau memang tidak untuk dilupakan, tetapi untuk aku kenang, membersamaiku dalam setiap langkahku, aliran darahku dan hembusan nafasku…. Ibu"

2013全国3D磨幻艺术《回展——广州爱淘站》2013 The national 3D Magic art Exhibition Guangzhou Stand for Love , 2013.7.12 —— 10.7

Tepatnya saya lupa tanggal berapa berkunjung ke pameran lukisan 3D ini. Awalnya saya hanya membaca liputan beritanya di yah**.Kala itu pameran sedang berlangsung di tianjin. Setelah kembali ke Guangzhou tidak menyangka ternyata sedang berlangsung pameran serupa di daerah tiyuxilu. Dengan modal tiket 60RMB untuk dewasa dan separuh nya untuk siswa atau mahasiswa dengan menunjukkan tanda bukti.untuk saya pribadi,lumayan bisa irit 30 RMB meski usia sebenarnya sudah bukan lagi mahasiswa s1 :p. Karena hari libur antrianpun panjang dan banyak yang mengunjungi pameran 3D ini, rata-rata adalah keluarga dengan membawa anak-anak mereka kesana untuk berfoto ria. Efek yang ditimbulkan saat kita berfoto dengan lukisan-lukisan tersebut adalah seolah-olah kita masuk kedalam cerita lukisan tersebut, sehingga muncul banyak ekspresi yang menggelikan, karena lukisan yang ditampilkan pun sengaja dibikin unik dan menarik. Jika anda tidak narsis, 1-2 jam cukup untuk berfoto ria di dalamnya. :D

“D_lawliet”

"Jika kamu cinta, maka perjuangkanlah cinta serta mimpimu dan raihlah…. Ketika semangatmu memudar saat kau belum meraihnya, maka ingatlah perjuanganmu dan semangatmu dahulu di awal saat kamu berusaha meraihnya…bukankah sampai air matapun menetes dalam memperjuangkannya? Jangan biarkan air matamu menetes dengan sia-sia. Berjuanglah dan raihlah cinta dan mimpimu…."


Berkali-berkali melakukan kesalahan yang sama. Terlalu percaya dengan orang lain, sekan-akan menemukan orang bahwa dia bisa dipercaya, hingga kau menceritakan apapun yang ingin kamu bagikan. Tetapi sekali kamu dikecewakan ketika kepercayaanmu dihancurkan seketika rasanya begitu luar biasa sakitnya. Tetapi saat kata “maaf” terucapkan dan kedua belah pihak telah melakukan evaluasi maka hubungan itu kembali  terjalin seperti sebelumnya, meski kemudian muncul catatan untuk lebih mawas diri dan tidak terlalu percaya berlebihan. Tetapi waktu terkadang mempu membuyarkan catatan itu, hingga kesalahan yang sama terulang, dan kekecewaan lebih dalampun terjadi lagi dengan rasa sakit yang lebih dalam.Wahai diri …kenapa dirimu terlalu sering mengulang kesalahan yang sama?

Berkali-berkali melakukan kesalahan yang sama. Terlalu percaya dengan orang lain, sekan-akan menemukan orang bahwa dia bisa dipercaya, hingga kau menceritakan apapun yang ingin kamu bagikan. Tetapi sekali kamu dikecewakan ketika kepercayaanmu dihancurkan seketika rasanya begitu luar biasa sakitnya. Tetapi saat kata “maaf” terucapkan dan kedua belah pihak telah melakukan evaluasi maka hubungan itu kembali  terjalin seperti sebelumnya, meski kemudian muncul catatan untuk lebih mawas diri dan tidak terlalu percaya berlebihan. Tetapi waktu terkadang mempu membuyarkan catatan itu, hingga kesalahan yang sama terulang, dan kekecewaan lebih dalampun terjadi lagi dengan rasa sakit yang lebih dalam.Wahai diri …kenapa dirimu terlalu sering mengulang kesalahan yang sama?

Ramadhanku 2013

Hampir 3 tahun sudah meninggalkan aktivitas perjuangan di kota penuh kenangan, Solo, meninggalkan kawan-kawan seperjuangan, meinggalkan tempat-tempat yang mempunyai banyak goresan kenangan dalam ingatan dan benakku dan yang tidak kalah penting meninggalkan keluarga yang amat sangat berarti dan memiliki peran terpenting dalam hidupku. Tetapi untuk kesemptan kali ini saya tidak membahas keluarga terlebih dahulu, terlalu sensitif (lho?#uhuk3 :D )

Setelah tahun lalu melewati momentum ramadhan dan idul fitri di guangzhou dengan suasana yang ‘wow’, Alhmdulillh tahun ini dapat kesempatan melewati di tanah air dengan nuansa yang berbeda dan ditemani dengan orang-orang yang berbeda dengan tahun lalu. :D. Salah satunya adalah agenda hari senin tanggal 21 july 2013. Teman-teman pioneer 2006 ngadain acara buka bersama di soetik steak belakang kampus ngoresan. Kebetulan lagi free, tentu saja saya luangkan ntuk datang sekalian sebagai ajang reuni antar temen-temen seperjuangan jaman muda dulu (#uhuk3)

Ajang buka bersama saat itu berjalan cukup ramai, meski tak sampai 30 orang yang hadir tetapi bisa dikatakan cukup sukses, sukses ramai dan hebohnya :D.Hampir dari setiap fakultas terwakili kecuali FK dan FH (jika tidak salah ingat :D ).Undangan di jarkomnya pukul 16.30WIB, tetapi praktek di lapangannya jam 5 sore belum kumpul semua (penyakit lama molor masih awet bertahan :p ) Akhirnya forum dibuka sekitar pukul 17.20an menjelang adzan maghrib, sekedar salam dan absensi dari masing-masing anggota pioneer yang hadir.

Letupan kegembiraan nampak dari wajah-wajah saudara-saudara perjuangan saya dahulu, terkhusus yang akhwat tentunya (ngapain liat2 ikhwan :p ), dari fakultas sastra dan seni rupa sendiri hadir 5 orang, kebetulan kelima-limanya adalah squad satu tim dahulu dengen nama asas 06.:D Makanya forum ini menjadi lebih “wow”, ada juga yang saya sudah hampir 3 tahun tidak berjumpa dengan mereka. Jadi bagi saya juga sekalian sebagai  forum reunian. Alhamdulillah… ukhuwah sungguh luar biasa, semoga didasari atas kecintaan padaNya semata. Aamiin.

谢谢Allah,谢谢大家!我会回到以前的我,回到我最想念的回忆,回到你们的旁边,回到你们的爱,回到青春的日子,虽然活动只是一下子而已,可是对我来说给我很深的感觉,而且给我新的精神。

konsistensi

Berada pada posisi konsisten memang tidak mudah, dengan kata lain berpegang teguh dengan prinsip.  Menurut saya konsisten dalam kamus hidup saya ketika kita bicarakan dalam konsep agama disebut istiqomah. Ketika kita bisa bertahan itulah yang dinamakan istiqomah. Sebuah proses bertahan dengan ujian yang tidak sedikit ujian yang menghadang yang menambah indah dan bermaknanya sebuah perjuangan keistiqomahan. Apapun itu, ucapan, tindakan, pikiran perlu adanya sebuah konsistensi, terlebih lagi sebuah pilihan. Tentunya semuanya itu dibingkai dalam koridor amalan atau kebaikan.  

Hampir setengah abad saya bernafas di bumiNya ini. Meski  dibilang tidak banyak yang saya ketahui tentang hidup, tetapi juga tidak sedikit hikmah yang bisa saya telaah dari apa yang  terjadi  dalam setiap detik hidup saya ataupun yang dialami orang-orang sekitar. Dari mulai cara bicara seseorang, dari cara panampilan, cara bergaul, cara menyikapi masalah, semuanya  secara implisit mengajari aku tentang sebuah konsistensi atau sebuah keistiqomahan.

Konsistensi disini tentunya berbeda dengan keras kepala, lantas apa bedanya? Terkadang manusia mencampur aduknya pengertian 2 hal tersebut. Dengan tegas dan lantang saya termasuk orang yang menentang persamaan 2 hal tersebut.  Konsistensi  adalah sebuah keteguhan pendapat yang mengandung prinsip untuk menjadi dasarnya. Sedangkan keras kepala seringkali bukan merupakan buah dari prinsip, hanya lintasan pikiran sesaat untuk mempertahankan pendapat yang dianggap benar. Dan seringkali keegoisan ikut menyelinap di dalamnya.

Konsistensi sering menjadi tolak ukur  kedewasaan seseorang, karena ketika seseorang dewasa dia bisa mempertahankan prinsip-prinsip yang menjadi  pedoman hidupnya selama ini. Salah satu indikasinya adalah dia bisa “survive” dalam kondisi apapun.

Dalam suatu hadits diceritakan, sahabat Abdullah al-Tsaqafi meminta nasihat kepada Nabi Muhammad saw agar dengan nasihat itu, ia tidak perlu bertanya-tanya lagi soal agama kepada orang lain. Lalu, Rasulullah saw bersabda, ”Qul Amantu Billah Tsumma Istaqim” (Katakanlah, aku beriman kepada Allah, dan lalu bersikaplah istiqamah!). (H.R. Muslim)

Kiat-kiat Mewujudkan Sikap Istiqomah sendiri berdasarkan dari sumber lain yang saya ambil kurang lebihnya sebagi berikut ;

  1. Mengikhlaskan niat semata-mata hanya mengharap Allah dan karena Allah swt. Ketika beramal, tiada yang hadir dalam jiwa dan pikiran kita selain hanya Allah dan Allah. Karena keikhlasan merupakan pijakan dasar dalam bertawakal kepada Allah. Tidak mungkin seseorang akan bertawakal, tanpa diiringi rasa ikhlas.
  2. Bertahap dalam beramal. Dalam artian, ketika menjalankan suatu ibadah, kita hendaknya memulai dari sesuatu yang kecil namun rutin. Bahkan sifat kerutinan ini jika dipandang perlu, harus bersifat sedikit dipaksakan. Sehingga akan terwujud sebuah amalan yang rutin meskipun sedikit. Kerutinan inilah yang insya Allah menjadi cikal bakalnya keistiqamahan. Seperti dalam bertilawah Al-Qur’an, dalam qiyamul lail dan lain sebagainya; hendaknya dimulai dari sedikit demi sedikit, kemudian ditingkatkan menjadi lebih baik lagi.
  3. Diperlukan adanya kesabaran. Karena untuk melakukan suatu amalan yang bersifat kontinyu dan rutin, memang merupakan amalan yang berat. Karena kadangkala sebagai seorang insan, kita terkadang dihinggapi rasa giat dan kadang rasa malas. Oleh karenanya diperlukan kesabaran dalam menghilangkan rasa malas ini, guna menjalankan ibadah atau amalan yang akan diistiqamahi.
  4. Istiqamah tidak dapat direalisasikan melainkan dengan berpegang teguh terhadap ajaran Allah swt. Allah berfirman (QS. 3 : 101) :”Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”
  5. Istiqamah juga sangat terkait erat dengan tauhidullah. Oleh karenanya dalam beristiqamah seseorang benar-benar harus mentauhidkan Allah dari segala sesuatu apapun yang di muka bumi ini. Karena mustahil istiqamah direalisasikan, bila dibarengi dengan fenomena kemusyrikan, meskipun hanya fenomena yang sangat kecil dari kemusyrikan tersebut, seperti riya. Menghilangkan sifat riya’ dalam diri kita merupakan bentuk istiqamah dalam keikhlasan.
  6. Istiqamah juga akan dapat terealisasikan, jika kita memahami hikmah atau hakekat dari ibadah ataupun amalan yang kita lakukan tersebut. Sehingga ibadah tersebut terasa nikmat kita lakukan. Demikian juga sebaliknya, jika kita merasakan ‘kehampaan’ atau ‘kegersangan’ dari amalan yang kita lakukan, tentu hal ini menjadikan kita mudah jenuh dan meninggalkan ibadah tersebut.
  7. Istiqamah juga akan sangat terbantu dengan adanya amal jama’i. Karena dengan kebersamaan dalam beramal islami, akan lebih membantu dan mempermudah hal apapun yang akan kita lakukan. Jika kita salah, tentu ada yang menegur. Jika kita lalai, tentu yang lain ada yang mengingatkan. Berbeda dengan ketika kita seorang diri. Ditambah lagi, nuansa atau suasana beraktivitas secara bersama memberikan ‘sesuatu yang berbeda’ yang tidak akan kita rasakan ketika beramal seorang diri.
  8. Memperbanyak membaca dan mengupas mengenai keistiqamahan para Nabi, sahabat dan orang-orang shaleh dalam meniti jalan hidupnya, kendatipun berbagai cobaan dan ujian yang sangat berat menimpa mereka. Jusrtru mereka merasakan kenikmatan dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan cobaan tersebut.
  9. Memperbanyak berdoa kepada Allah, agar kita semua dianugerahi sifat istiqamah. Karena kendatipun usaha kita, namun jika Allah tidak mengizinkannya, tentulah hal tersebut tidak bisa. (www.alfalahsby.com)

Allah swt menjanjikan balasan yang besar kepada orang-orang yang istiqomah atau konsisten dalam kebaikan. “Sesunguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqomah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-Ahqaf:13-14). Semoga kita bisa istiqamah dalam segala hal. Aamiin.

My teacher’s Graduation Ceremony super “wow”


(june 23) hari itu pertama kalinya dalam hidup saya datang ke acara wisuda formal. Bahkan saat sang Bapak wisuda saat saya umur 8 tahun-an saya pun memilih menunggu diluar. Baru sekali ini melihat ceremony dari sebuah kelulusan. Sayang saya belum menyaksikan wisuda di tanah air, jadi belum bisa membandingkan dengan kondisi disini.

Pada hari itu saya ke acara tersebut karena salah satu dosen (老师) di D3 UNS dulu telah lulus menempuh jenjang pendidikannya s2 di universitas yang sama dengan saya. Beliau bernama pan shaoping. Beliau tinggal di solo daerah fajar indah, usia beliau sekitar 58-an. Menurut saya “WOW” banget, karena semangat beliau untuk belajar mandarin bener2 luar biasa. Eh selain beliau ternyata ada yang lebih “WOW”, teman dari dosen saya yang juga berasal dari solo, juga wisuda s2 saat itu. Dan u know guys usia berapa beliau??? pasti ga tau. 80 tahun pemirsa….. (dhuar2 ada efek petir dan kilat :p ) Mashaa Allah bener dah semangat dan kemauan beliau (patut ditiru bagi yangmau meniru :D )

yang wow lagi saudara-saudari, salah satu dekan yang turut mewisuda mahasiswa s2 dan s3 saat itu ada artisnya euy. Tapi mungkin bagi anda yang tahun kelahirannya 90an ke atas kurang mengenal beliau. Siapakah beliau ini? Kalau anda sekalian pernah menyaksikan serial “princess pearl” atau “还珠格格” atau yang lebih tenarnya “putri Huanzhu”, tentu anda tau sosok kaisar dalam drama tersebut. Yaaa… tepat sekali beliau adalah 张铁林 (zhang tielin) , yang juga disebut Huang a ma dalam serial tersebut. Ternyata sampai detik ini beliau masih aktif membintangi drama atau film di china tapi anehnya saya tidak tau. (bilang aja kuper shin… #hammer )

Masih tentang beliau, saat mewisuda ratusan mahasiswa jinan, tentu saja beliau menjadi pusat perhatian publik. Arah kamera pun sering menangkap gambar beliau, uniknya dan “wow”nya beliau selalu inisiatif mengajak “tos“ mahasiswa yang lewat di depannya. Tentu saja mahasiswa/i yang disana begitu antusias. (saya aja yg liat juga ikut antusias :D )

yang membuat agak bosan disana adalah lamanya proses wisuda tersebut, karena setiap mahasiswa s2 dan s3 saat itu semuanya ada kesempatan untuk maju ke panggung. Sekitar jam 10.30 kami baru keluar bersama dosen yang sudah kami tunggu sejak jam 8 pagi. Usai “narsis berjamaah” , kami menuju pintu gerbang utama kampus “正门”,disana lah sesi2 pemotretan berakhir dengan tetesan peluh keringat tanpa airmata. :D

drawing class…. ^^
Beberapa kali teman sekelas saya yang hobi gambar, mengalami kesulitan saat menggambar saya. Salah satunya ini hasilnya…. cukup imut, tetapi bentuk jilbabnya agak “sesuatu” :D . But it’s ok, i like it. Thanks MG

drawing class…. ^^

Beberapa kali teman sekelas saya yang hobi gambar, mengalami kesulitan saat menggambar saya. Salah satunya ini hasilnya…. cukup imut, tetapi bentuk jilbabnya agak “sesuatu” :D . But it’s ok, i like it. Thanks MG

“(Ibn Al-Qayyim Rahimullah)”
“Patience is that the heart does not feel anger towards that which is destined for you, & that the mouth does not complain.“